Komponen pendidikan
Membahas tentang komponen pendidikan, apa sih komponen
pendidikan itu? Pasti di kalangan masyarakat masih kurang dikenal kata-kata
itu. Mari kita bahas bersama apa itu komponen pendidikan lebih lanjut…
v PENGERTIAN KOMPONEN
PENDIDIKAN
Komponen adalah bagian dari suatu
sistem yang memiliki peran dalam keseluruhan berlangsungnya suatu proses untuk
mencapai tujuan sistem. Komponen pendidikan berarti bagian-bagian dari
sistem proses pendidikan, yang menentukan berhasil dan tidaknya atau ada dan
tidaknya proses pendidikan. Bahkan dapat dikatakan bahwa untuk berlangsungnya
proses kerja pendidikan diperlukan keberadaan komponen-komponen tersebut.
KOMPONEN PENDIDIKAN
Komponen-komponen yang mungkin terjadi di proses pendidikan atau terlaksananya proses mendidik, komponen-komponen itu yaitu :
Komponen-komponen yang mungkin terjadi di proses pendidikan atau terlaksananya proses mendidik, komponen-komponen itu yaitu :
1. Tujuan Pendidikan
2. Peserta Didik
3. Isi Pendidikan
4. Lingkungan pendidikan
1) Tujuan Pendidikan
Tingkah laku manusia, secara sadar maupun tidak sadar tentu
berarah pada tujuan. Demikian juga halnya tingkah laku manusia yang bersifat
dan bernilai pendidikan. Keharusan terdapatnya tujuan pada tindakan pendidikan
didasari oleh sifat ilmu pendidikan yang normatif dan praktis. Sebagai ilmu
pengetahuan normatif , ilmu pendidikan merumuskan kaidah-kaidah, norma-norma
dan atau ukuran tingkah laku perbuatan yang sebenarnya dilaksanakan oleh
manusia.
Menurut Syaifulah,1981 à sebagai ilmu
pengetahuan praktis, tugas pendidikan dan atau pendidik maupun guru ialah
menanamkam sistem-sistem norma tingkah-laku perbuatan yang didasarkan kepada
dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam
suatu masyarakat.
2) Peserta Didik
Perkembangan konsep pendidikan yang tidak hanya terbatas pada usia
sekolah saja memberikan konsekuensi pada pengertian peserta didik. Kalau dulu
orang mengasumsikan peserta didik terdiri dari anak-anak pada usia sekolah,
maka sekarang peserta didik termasuk juga didalamnya orang dewasa. Mendasarkan
pada pemikiran tersebut di atas maka pembahasan peserta didik seharusnya
bermuara pada dua hal tersebut di atas.
Persoalan yang berhubungan dengan peserta didik terkait dengan sifat atau sikap anak didik dikemukakan oleh Langeveld sebagai berikut:
Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil, oleh sebab itu anak memiliki sifat kodrat kekanak-kanakan yang berbeda dengan sifat hakikat kedewasaan. Anak memiliki sikap menggantungkan diri, membutuhkan pertolongan dan bimbingan baik jasmaniah maupun rohaniah. Sifat hakikat manusia dalam pendidikan ia mengemukakan anak didik harus diakui sebagai makhluk individu dualitas, sosialitas dan moralitas. Manusia sebagai mahluk yang harus dididik dan mendidik.
Persoalan yang berhubungan dengan peserta didik terkait dengan sifat atau sikap anak didik dikemukakan oleh Langeveld sebagai berikut:
Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil, oleh sebab itu anak memiliki sifat kodrat kekanak-kanakan yang berbeda dengan sifat hakikat kedewasaan. Anak memiliki sikap menggantungkan diri, membutuhkan pertolongan dan bimbingan baik jasmaniah maupun rohaniah. Sifat hakikat manusia dalam pendidikan ia mengemukakan anak didik harus diakui sebagai makhluk individu dualitas, sosialitas dan moralitas. Manusia sebagai mahluk yang harus dididik dan mendidik.
3. Isi Pendidikan
Isi pendidikan memiliki kaitan yang
erat dengan tujuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan pendidikan perlu
disampaikan kepada peserta didik isi/bahan pelajaran yang digunakan
sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran yang biasanya disebut
kurikulum dalam pendidikan formal. Macam-macam isi pendidikan tersebut terdiri
dari pendidikan agama., pendidikan moril, pendidikan estetis, pendidikan
sosial, pendidikan intelektual, pendidikan keterampilan dan pendidikan jasmani.
4) Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan merupakan suatu tempat di mana suatu
pendidikan dilaksanakan.Lingkungan pendidikan meliputi segala segi kehidupan atau kebudayaan. Lingkungan pendidikan dapat dikelompokkan berdasarkan lingkungan kebudayaan yang terdiri dari lingkungan kurtural ideologis, lingkungan sosial politis, lingkungan sosial anthropologis, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan iklim geographis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar