Minggu, 17 Januari 2016

Pengertian sosiologi pendidikan


Pengertian sosiologi pendidikan


Berbicara mengenai pengertian sosiologi pendidikan, ada pengertian secara umum dan menurut para ahli :
v Pengertian sosiologi pendidikan secara umum.
·         Sosiologi Pendidikan yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan dan interaksi manusia, baik itu individu atau kelompok dengan peresekolahan sehingga terjalin kerja sama yang sinergi dan berkesinambungan antara manusia dengan pendidikan.
·         Sosiologi Pendidikan merupakan interpensi dan aplikasi prinsip-prinsip Sosiologi terhadap salah satu norma atau aturan sosial, yaitu pendidikan. Mempelajari struktur dan proses sosial yang terjadi dalam norma atau aturan pendidikan.

   v Pengertian Sosiologi Pendidikan menurut para ahli :

          1.     Menurut Prof. DR. S. Nasution (buku Sosiologi Pendidikan, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta, 1999) à  Sosiologi Pendidikan adalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk memperoleh perkembangan indvidu yang lebih baik lagi.
         2.    Menurut F.G. Robbins à Sosiologi Pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan.
  1. Menurut H.P. Fairchild dalam bukunya ”Dictionary of Sociology” à Sosiologi Pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental.
         4.    Menurut Charles A. Ellwod  (Abu Ahmadi dalam buku Sosiologi Pendidikan, terbitan Rineka Cipta 1991) à Sosiologi Pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan-hubungan antara semua pokok masalah antara proses pendidikan dan proses sosial.
  1. Menurut F.G Robbins dan Brown à Sosiologi Pendidikan adalah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalaman dan juga mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya.
  2. Menurut E.G Payne à Sosiologi Pendidikan ialah studi yang mampu menerima tentang segala aspek pendidikan dari segi ilmu sosiologi yang diterapkan.
        7.    Menurut Drs. Ary H. Gunawan (buku Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis tentang Berbagai Problem Pendidikan terbitan Rineka Cipta, Jakarta 2000) à Sosiologi Pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.
  1. Menurut E.B Reuter à Sosiologi Pendidikan mempunyai kewajiban untuk menganalisa evolusi dari lembaga-lembaga pendidikan dalam hubungannya dengan perkembangan manusia, dan dibatasi oleh pengaruh-pengaruh dari lembaga pendidikan yang menentukan kepribadian sosial dari tiap-tiap diri seseorang.
  2. Menurut Sanapiah Faisal à Sosiologi Pendidikan adalah analisis terhadap pendidikan selaku alat kemajuan sosial, memberi tujuan bagi pendidikan, merupakan hubungan antara system pendidikan dengan aspek lain dalam masyarakat dan hubungan antara sekolah dengan masyarakat, peranan pendidikan di masyarakat.

Kamis, 14 Januari 2016

Dasar-dasar pendidikan


Dasar-dasar pendidikan

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai dasar-dasar pendidikan, alangkah lebih baik kita membahas pengertian pendidikan.
v Pengertian pendidikan.
Ada beberapa pengertian pendidikan yaitu :
1.     Pengertian secara umum, pendidikan adalah Suatu metode untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi lebih baik.
2.    Menurut Undang-Undang Sisdiknas No 2 tahun 1989  bahwa Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
3.    Menurut Undang-Undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

v Berikut pengertian dasar pendidikan :
Dasar pendidikan adalah landasan yang kokoh bagi setiap masyarakat untuk dapat melakukan perubahan sikap dan tata laku dengan cara berlatih dan belajar dan tidak juga terbatas pada lingkungan sekolah, sehingga meskipun sudah selesai sekolah akan tetap belajar tentang apa yang belum pernah ditemui di sekolah. Hal ini yang lebih penting dikedepankan supaya tidak menjadi masyarakat berpendidikan yang tidak punya dasar pendidikan sehingga tidak mencapai kesempurnaan hidup. Apabila tidak tercapai berarti pendidikannya belum mendapatkan hasil yang menggembirakan.



v Dasar pendidikan juga dapat dilihat dari berbagai segi pandangan yaitu:

Ø  Religius : Merupakan dasar pendidikan yang paling pokok. Disini ditanamkan nilai nilai moral agama (islamàiman, akidah dan akhlak)  sebagai suatu pondasi yang kokoh  dalam pendidikan.
Ø  Ideologis :  Yaitu mengacu kepada ideologi bangsa kita yakni pancasila dan berdasarkan pada UUD 1945. Dan intinya adalah untuk mencerdaskan kehidupa bangsa.
Ø  Ekonomis : Pendidikan bisa dijadikan sebagai suatu langkah untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan keluar dari segala bentuk kebodohan dan kemiskinan.
Ø  Teknologis : Dunia telah mengalami eksplosit ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan bisa dikatakan teknologi sangat memiliki peran penting dalam kemajuan dunia pendidikan.
Ø  Psikologis dan Pedagogis: Tugas pendidikan sekolah yang utama adalah mengajarkan bagaimana cara belajar, mendidik kejiwaan, menanamkan motivasi yang kuat dalam diri seseorang untuk belajar terus-menerus sepanjang hidupnya dan memberikan keterampilan kepada seseorang, mengembangkan daya adaptasi yang besar dalam diri peserta didik.
Ø   Sosial  budaya: Mengacu kepada hubungan antara individu dengan individu lainnya dalam suatu lingkungan atau masyarakat. Begitu juga hal nya dengan budaya, budaya masyarakat sangat berperan dalam proses pendidikan, karena budaya identik dengan adat dan kebiasaan. Apabila sosial budaya seseorang itu berjalan baik maka pendidikan akan mudah dicapai.

Rabu, 13 Januari 2016

Komponen Pendidikan


Komponen pendidikan

Membahas tentang komponen pendidikan, apa sih komponen pendidikan itu? Pasti di kalangan masyarakat masih kurang dikenal kata-kata itu. Mari kita bahas bersama apa itu komponen pendidikan lebih lanjut…

v PENGERTIAN KOMPONEN PENDIDIKAN
Komponen adalah bagian dari suatu sistem yang memiliki peran dalam keseluruhan berlangsungnya suatu proses untuk mencapai tujuan sistem. Komponen pendidikan berarti bagian-bagian dari sistem proses pendidikan, yang menentukan berhasil dan tidaknya atau ada dan tidaknya proses pendidikan. Bahkan dapat dikatakan bahwa untuk berlangsungnya proses kerja pendidikan diperlukan keberadaan komponen-komponen tersebut.


  KOMPONEN PENDIDIKAN
Komponen-komponen yang mungkin terjadi di proses pendidikan atau terlaksananya proses mendidik, komponen-komponen itu yaitu :
1.     Tujuan Pendidikan
2.    Peserta Didik
3.    Isi Pendidikan
4.    Lingkungan pendidikan


1)        Tujuan Pendidikan
Tingkah laku manusia, secara sadar maupun tidak sadar tentu berarah pada tujuan. Demikian juga halnya tingkah laku manusia yang bersifat dan bernilai pendidikan. Keharusan terdapatnya tujuan pada tindakan pendidikan didasari oleh sifat ilmu pendidikan yang normatif dan praktis. Sebagai ilmu pengetahuan normatif , ilmu pendidikan merumuskan kaidah-kaidah, norma-norma dan atau ukuran tingkah laku perbuatan yang sebenarnya dilaksanakan oleh manusia. 

Menurut Syaifulah,1981 à sebagai ilmu pengetahuan praktis, tugas pendidikan dan atau pendidik maupun guru ialah menanamkam sistem-sistem norma tingkah-laku perbuatan yang didasarkan kepada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat.


2)      Peserta Didik
Perkembangan konsep pendidikan yang tidak hanya terbatas pada usia sekolah saja memberikan konsekuensi pada pengertian peserta didik. Kalau dulu orang mengasumsikan peserta didik terdiri dari anak-anak pada usia sekolah, maka sekarang peserta didik termasuk juga didalamnya orang dewasa. Mendasarkan pada pemikiran tersebut di atas maka pembahasan peserta didik seharusnya bermuara pada dua hal tersebut di atas.

Persoalan yang berhubungan dengan peserta didik terkait dengan sifat atau sikap anak didik dikemukakan oleh Langeveld sebagai berikut:
Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil, oleh sebab itu anak memiliki sifat kodrat kekanak-kanakan yang berbeda dengan sifat hakikat kedewasaan. Anak memiliki sikap menggantungkan diri, membutuhkan pertolongan dan bimbingan baik jasmaniah maupun rohaniah. Sifat hakikat manusia dalam pendidikan ia mengemukakan anak didik harus diakui sebagai makhluk individu dualitas, sosialitas dan moralitas. Manusia sebagai mahluk yang harus dididik dan mendidik.


3. Isi Pendidikan
Isi pendidikan memiliki kaitan yang erat dengan tujuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan pendidikan perlu disampaikan kepada peserta didik isi/bahan pelajaran yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran yang biasanya disebut kurikulum dalam pendidikan formal. Macam-macam isi pendidikan tersebut terdiri dari pendidikan agama., pendidikan moril, pendidikan estetis, pendidikan sosial, pendidikan intelektual, pendidikan keterampilan dan pendidikan jasmani.

4)  Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan merupakan suatu tempat di mana suatu pendidikan dilaksanakan.
Lingkungan pendidikan meliputi segala segi kehidupan atau kebudayaan. Lingkungan pendidikan dapat dikelompokkan berdasarkan lingkungan kebudayaan yang terdiri dari lingkungan kurtural ideologis, lingkungan sosial politis, lingkungan sosial anthropologis, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan iklim geographis.

Selasa, 12 Januari 2016

Sistem pendidikan di Indonesia


Sistem pendidikan di Indonesia
 
Sistem pendidikan? Apa sih artinya?
Pengertian Sistem Pendidikan à Kata sistem itu berasal dari bahasa Yunani yaitu systema yang berarti “cara, strategi”. Dalam bahasa Inggris system berarti “system, susunan, jaringan, cara”. System juga diartikan “suatu strategi, cara berpikir atau model berpikir”. Definisi tradisional menyatakan bahwa system adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
Definisi Sistem Pendidikan menurut para ahli
1.     Immegart à system adalah suatu keseluruhan yang memiliki bagian-bagian yang tersusun secara sistematis, bagian-bagian itu terelasi antara satu dengan yang lain, serta peduli terhadap kontek lingkungannya.
2.    Roger A Kanfman à system dengan suatu totalitas yang tersusun dari bagian-bagian yang bekerja secara sendiri-sendiri atau bekerja bersama-sama untuk mencapai hasil atau tujuan yang diinginkan berdasarkan kebutuhan.
3.    Zahara Idris à bahwa system adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau element-element, atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur untuk mencapai suatu hasil.
Sedangkan Pendidikan bisa di artikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar agar para pelajar di didik secara aktif dalam mengembangkan potensi dirinya yang diperlukan untuk dirinya dan masyarakat.
Pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan yang secara sadar dan disengaja serta penuh tanggung jawab yang dilakukan orang dewasa kepada anak sehingga timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan.
Jadi berdasarkan pernyataan diatas, dapat kita simpulkan bahwa Sistem Pendidikan adalah suatu system yang terdiri dari komponen-komponen yang ada dalam proses pendidikan, dimana antara satu komponen dengan komponen yang lainnya saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan pendidikan.

v Sistem pendidikan di Indonesia saat ini.
Pendidikan Indonesia saat ini selalu gembar-gembir tentang kurikulum baru yang katanya lebih bagus, lebih tepat sasaran, lebih kebarat-baratan atau apapun. Yang jelas, Menteri Pendidikan berusaha eksis dengan mengujicobakan formula pendidikan baru dengan mengubah kurikulum menjadi kurikulum 2013.
Agak miris melihat kondisi saat ini. Institusi pendidikan tidak ubahnya seperti pencetak mesin ijazah. Agar laku, sebagian memberikan iming-iming lulus cepat, status disetarakan, dapat ijazah, absen longgar dan lain-lain. Apa yang bisa diharapkan dari pendidikan kering idealisme seperti itu? Ki Hajar Dewantara mungkin bisa menangis melihat kondisi pendidikan saat ini. Bukan lagi bertujuan “mencerdaskan kehidupan bangsa” (seperti yang masih tertulis di UUD 45), tapi lebih mirip mesin usang yang mengeluarkan produk yang sulit diandalkan kualitasnya.
Pendidikan lebih diarahkan pada menyiapkan tenaga kerja "buruh" saat ini. Apalagi dengan pengoptimalan pada SMK. Bukan lagi pemikir-pemikir handal yang siap menganalisa kondisi. Karena pola pikir "buruh"lah, segala macam hapalan dijajalkan kepada anak murid. Dan semuanya hanya demi satu kata: IJAZAH! Ijazah yang diperlukan untuk mencari pekerjaan. Sangat minim idealisme untuk mengubah kondisi bangsa yang terpecah belah ini, sangat minim untuk mengajarkan filosofi kehidupan, dan sangat minim pula dalam mengajarkan moral.